Jakarta Selatan — Tim Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan sukses menangkap satu komplotan pencuri kendaraan bermotor setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif selama lebih dari tiga minggu. Aksi itu berakhir pada Kamis (25/12/2025) dini hari di wilayah Cipete Utara, setelah sebelumnya mereka membuat resah warga karena sering beraksi di jalanan perumahan elit dan area komersial.
Polisi berhasil menyita tiga unit sepeda motor jenis Honda Vario, dua unit Honda Beat, sebuah motor matic hasil curian yang belum sempat diganti identitasnya, dan sejumlah kunci T serta obeng yang diduga dipakai untuk merusak kunci kontak kendaraan korban. Pencurian itu menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. R. Andika Setiawan, S.I.K., menjelaskan bahwa penangkapan komplotan tersebut merupakan hasil kolaborasi informasi dari korban dan rekaman CCTV yang tersebar di sejumlah titik jalan. “Kami berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dari rekaman CCTV serta laporan warga yang resah karena sering kehilangan kendaraan bermotor di sekitar Cipete, Kemang, dan Bangka,” ujarnya di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).
Menurut Andika, modus operandi mereka cukup licin — beraksi di tengah malam antara pukul 01.00–04.00 WIB ketika warga tidur atau sedang tidak waspada. Para pelaku biasanya berjumlah tiga sampai empat orang, berpencar untuk memantau sekitar sambil satu orang aktif membuka kunci motor dengan alat khusus. “Setiap kali mereka berhasil membawa motor, unit akan langsung dibawa ke gudang kecil di daerah Cilandak untuk diubah identitasnya sebelum disebarkan ke jaringan pembeli gelap,” tambah Kapolres.
Kronologi Penangkapan
Kasus ini bermula ketika warga RW 05 Cipete Utara melaporkan kehilangan dua unit sepeda motor dalam kurun waktu seminggu terakhir. CCTV di rumah warga menangkap dua sosok mencurigakan yang membuka kunci kendaraan dengan cepat. Polisi kemudian mengidentifikasi nomor plat motor yang lewat di beberapa titik strategis di kawasan itu, dan melakukan patroli pengintaian.
Pada Kamis pagi, sekitar pukul 02.30 WIB, anggota Reskrim mendapati tiga orang yang tengah mencoba membuka motor di Jalan Bulungan Raya. Tanpa perlawanan berarti, ketiganya berhasil diamankan saat hampir kabur. Dua motor curian di lokasi dirampas kembali sebagai barang bukti. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan ke sebuah gudang di Cilandak yang menjadi tempat persembunyian tersangka. Di sana, ditemukan lagi sejumlah kunci pas dan motor lain yang sudah dibongkar, serta dokumen identitas palsu.
Identitas Para Tersangka
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menetapkan tiga tersangka utama:
- AA (27) warga Cilandak Timur, yang diduga sebagai eksekutor utama pembuka kunci kendaraan.
- RH (24), warga Pasar Minggu, sebagai joki pencuri yang menunggu kendaraan berhasil dibuka lalu menariknya ke mobil.
- MD (29) warga Jagakarsa, yang berperan mengawasi situasi sekitar untuk menghindari gangguan warga atau patroli petugas keamanan.
Ketiganya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman hukumannya bisa mencapai 7 tahun penjara. Polisi masih mengejar satu orang lain yang diduga merupakan otak dari jaringan tersebut.
Dampak di Lingkungan Warga
Warga sekitar Cipete Utara mengaku lega atas ditangkapnya komplotan ini, tetapi tetap merasa trauma karena sejak awal Desember banyak kehilangan kendaraan di kawasan mereka. “Kita enggak tidur tenang, motornya hilang terus ngga jelas. Semua orang resah, banyak yang pasang kunci ganda kebangetan tapi tetap bisa dibuka,” ungkap Yuli, seorang Ibu rumah tangga yang tinggal di dekat lokasi kejadian.
Warga lainnya, Bima, berharap polisi terus memperketat patroli malam hari di daerah padat seperti Cipete dan sekitar Kemang. Menurutnya, tindakan kriminal macam ini bisa merembet jadi kekerasan jika pelaku merasa nekat menghadapi warga yang protes.
Penegakan dan Upaya Preventif Polisi
Kapolres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti hanya dengan menangkap para pelaku. “Kami akan meningkatkan patroli, terutama di jam-jam rawan. Selain itu kita dorong masyarakat buat lebih aktif melapor dan pasang CCTV di lingkungan mereka. Teknologi itu sangat membantu kita dalam mengungkap tindakan kriminal,” jelas Kombes Andika.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk menerapkan beberapa langkah preventif, seperti menggunakan kunci ganda, memasang alarm kendaraan, serta parkir di tempat yang lebih aman dan terang pada malam hari. Selain itu, polisi mendorong pembentukan siskamling modern berbasis WhatsApp group antar warga untuk saling berbagi informasi terkait kejadian mencurigakan.
Reaksi Publik dan Tanggapan Ahli Kriminologi
Kriminolog dari Universitas Jakarta, Dr. Harry Santoso, menilai bahwa meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor ini menunjukkan celah besar dalam pola keamanan lingkungan perkotaan. “Motor adalah target yang mudah karena banyak yang di parkir di luar rumah tanpa pengawasan. Ditambah rendahnya intensitas patroli di beberapa titik, membuat pelaku merasa berani. Perlu ada keseimbangan antara community policing dan teknologi keamanan,” ujarnya.
Dr. Harry juga menekankan pentingnya sistem pelaporan cepat antara warga dan polisi, serta adanya sanksi sosial yang kuat dalam lingkungan perumahan supaya pelaku kesulitan bergerak tanpa diketahui publik.
